Jumat, 08 Juni 2012

Macam-macam Diskusi Kelompok

1.    Diskusi
Diskusi berasal dari bahasa latin yaitu discutio atau discusium yang artinya bertukar pikiran. Akan tetapi belum tentu setiap kegiatan bertukar pikiran dapat dikatakan berdiskusi. Diskusi pada dasarnya merupakan suatu bentuk tukar pikiran yang teratur dan terarah, baik dalam kelompok kecil atau besar, dengan tujuan untuk mendapatkan suatu pengertian, kesepakatan, dan keputusan bersama mengenai suatu masalah. Dengan demikian bertukar pikiran baru dapat dikatakan berdiskusi apabila:
a.    Ada masalah yang dibicarakan,
b.    Ada seorang yang bertindak sebagai pemimpin diskusi,
c.    Ada peserta sebagai anggota diskusi,
d.    Setiap anggota mengemukakan pendapatnya dengan teratur,
e.    Kalau ada kesimpulan atau keputusanhal itu disetujui semua anggota.

2.    Diskusi panel
Diskusi panel pada primsipnya melibatkan beberapa panelis yang mempunyai keahlian dalam bidang masing-masing dan bersepakat mengutarakan pendapat dan pandangannya mengenai suatu masalah untuk kepentingan pendengar. Panel dipimpin oleh seorang moderator. Masalah yang didiskusikan dapat memberikan berbagai penerangan atau perluasan pengetahuan kepada pendengar tentang masalah yang sedang hangat dalam masyarakat.
Tidak selalau para panelis satu pendapat, bahkan perbedaan pendapat panelis lebih merangsang para pendengar. Dengan mendengarkan beberapa pendapat para ahli, pendengar akan dibimbing kearah berfikir secara kritis dan melatih kemampuan menganalisis masalah. Berhasil atau tidaknya panel sangat tergantung kepada kelincahan moderator.

3.    Simposium
Simposium hampir sama dengan panel, hanya lebih bersifat formal. Pemrasaran harus menyampaikan masalah mengenai suatu masalh yang disorot dari sudut keahlian masing-masing. Peranan moderator tidak seaktif dalam diskusi panel, tetapi sebaliknya para pendengar atau pesertalah yang lebih aktif berpartisipasi. Masalah yang dibahas dalam simposium mempunyai ruang lingkup yang luas, sehingga perlu ditinjau dari berbagai sudut atau aspek ilmu untuk mendapatkan perbandingan. Pada symposium diadakan sanggahan umum terhadap suatu prasarana dan sanggahan itu disusun secara tertulis. Para peserta dapat mengemukakan pendapatnya secara langsung kepada pemrasaran melalui moderator. Dalam simposium tidak diambil suatu keputusan, tetapi hanya untuk mendapat perbandingan tentang suatu masalah.
    
4.    Seminar
Seminar merupakn suatu pertemuan untuk membahas suatu masalah tertentu dengan parasarana dan tanggapan melalui suatu diskusi untuk mendapatkan suatu keputusan bersama mengenai masalah tersebut. Berbeda dengan symposium, masalh yang dibahas dalam seminar mempunyai ruang lingkup yang terbatas dan tertentu. Tujuannya adalah untuk mendapatkan jalan keluar dari suatu masalah. Oleh sebab itu, peserta seminar terdiri dari orang-orang yang berkecimpung dalam masalah tersebut, sehingga dapat memberikan pandangan dan pendapat dalam pemecahan masalah tersebut. Seminar merupakan pembahasan secara ilmiah, walaupun yang menjadi topik pembicaraan hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Oleh sebab itu, seminar harus diakhiri dengan kesimpulan dan keputusan-keputusan baik berbentuk usul, saran, resolusi, atau rekomendasi.
Secara gaaris besarnya, seminar dilaksanakan sebagai berikut:
a.    Dimulai dengan mendengarkan pandangan umum tentang suatu masaalah,
b.    Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok (sdang komisi),
c.    Kelompok-kelompok bersidang kembali untuk mensyahkan kesimpulan komisi (siding pleno),
d.    Hasil dirumuskan dalam bentuk usul, saran, resolusi, dan sebagianya yang dianggap perlu.

5.    Lokakarya
Masalah yang dibahas dalam lokakarya atau kata lainnya workshop, mempunyai ruang lingkup tertentudan dibahas secara mendalam. Pesertanya adalah orang-orang yang ahli dalam bidang tersebut. Dalam lokakarya masalah dibahas melalui prasaran dan tanggapan, serta diskusi secara mendalam. Kalau perlu diikuti dengan demonstarsi atau peragaan, biasanya lokakarya ini didikuti oleh sekelompok orang yang bergerak dalam lingkungan kerja yang sejenis atau seprofesi. Lokakarya diadakan jika:
a.    Ingin mengevaluasi suatu proyek yang sudah dilaksanakan.
b.    Ingin mengadakan pembahasan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat,
c.    Untuk bertukar pengalaman dengan tujuan lebih meningkatkan kemampuan kerja.

6.    Brainstorming
Bentuk ini dapat dipakai untuk mendiskusikan segala masalah. Yang dimaksud dengan brainsterming adalah aktifitas dari sekelompok orang yang memproduksi/menciptakan gagasan yang baru sebanyak-banyaknya. Brainstorming ini dipakai apabila:
a.    Ingin menentukan informasi macam apa yang diperlukan dan bagaimana mendapatkan informasi tersebut,
b.    Ingin menentukan criteria yang tepat untuk menguji tepat tidaknya sebuah gagasan,
c.    Ingin menetukan gagasan yang mana yang mungkin dilakukan ,
d.    Ingin mengetahui bagaimana pelaksanaan keputusan secepat-cepatnya.

Dengan bentuk brainstorming inidiharapkan tercetus gagasan atau kritik sebanyak-banyaknya. Semakin banyak gagasan atau kritik, semakin baik. Dalam hal ini peserta berlatih pula menggabungkan dan meningkatkan gagasan-gagasan. Karena itu bentuk ini sangat berguna bagi orang yang sudah berpengalaman untuk meningkatkan keterampilannya berdiskusi dan yang belumberpengalaman dapat mencontoh cara berdiskusi.
Moderator dalam bentuk  ini sangat berperan. Kalau brainstorming mendadak berhenti karana kehabisan gagasan, moderator dapat memancingnya dengan mengemukakan gagasan-gagasan yang telah disepakati dan memberikan pertanyaan-pertanyaan. Dalam hal ini dibutuhkan keterampilan moderator, karena brainstorming mengundang pemecahan masal dengan banyak kemungkinan, dalam bentuk ini diperlukan pula seorang notulis untuk merekam jalannya diskusi dan mencatat gagasan yang timbul.

7.    Debat
Pada dasarnya debat merupakan pembantahan tentang suatu hal dengan saling member alas an untuk mempertahankan pendapat atau pendiriannya. Dalam berdebat yang bersangkutan sebetulnya mempunyai argument tentang suatu masalah. Tentu terdapat dua pihak yang saling berbeda pendirian. Fungsi debat disini ialah membantu proses pengambilan keputusan dengan menyajikan argumentasi yang meyakinkan.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar